Seringkali
kita para khalayak sering mendengar kata kolesterol bahwa "tingginya kolesterol dalam tubuh menyebabkan penyakit..bla..bla...bla...dan bla..bla..bla namun, Apakah anda tahu
kolesterol sendiri itu apa?
Nahhh,...!!! mari kita cari tahu
Kolesterol adalah metabolit yang mengandung
lemak sterol (bahasa
Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan
disirkulasikan dalam plasma
darah.Merupakan sejenis lipid yang
merupakan molekul lemak atau
yang menyerupainya. Kolesterol
ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid.
Di dalam tubuh, terdapat
2 jenis kolesterol. Kedua jenis kolesterol tersebut adalah LDL dan HDL.
Masing-masing terdiri atas kolesterol, protein, dan trigliserida.
Dalam setiap macam
kolesterol, komposisi ketiga komponen tersebut memiliki kadar yang
berbeda-beda. Mari kita kenali 2 jenis kolesterol tersebut dan simak
perbedaannya masing-masing.
LDL (Low Density
Lipoprotein)
Dari segi komposisinya,
LDL kaya akan kolesterol dibandingkan dengan komponen lainnya seperti protein
dan trigliserida. LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat, karena kadar
kolesterol dan lemaknya yang tinggi dan pekat ini akan menyebabkan melekatnya
kolesterol dalam dinding-dinding pembuluh darah pada saat transportasi
dilakukan.
Kolesterol yang melekat
itu lama-kelamaan akan menumpuk dan mengendap menjadi semacam plak pada
dinding-dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Kondisi ini disebut
aterosklerosis. Akibatnya, saluran peredaran darah dan supplai oksigen
terganggu dan dapat meningkatkan resiko stroke dan penyakit jantung.
HDL (High Density Lipoprotein)
HDL atau yang dikenal
sebagai kolesterol baik memiliki kandungan protein terbanyak dibandingkan
komponen kolesterol lainnya. HDL adalah molekul yang haus akan kolesterol.
Sewaktu beredar dalam aliran darah, HDL menyerap kolesterol berlebih yang di
bawa oleh LDL dan membawanya ke liver untuk diurai kembali. Liver menguraikan
kolesterol dan membuangnya ke dalam kandung empedu.
Dengan membawa kelebihan
kolesterol yang di bawa oleh LDL tadi, maka HDL membantu mencegah terjadinya
pengendapan dan mengurangi pembentukan plak di pembuluh darah yang tentu saja
beresiko mengganggu sistem peredaran darah dan membahayakan tubuh. Itulah
sebabnya, HDL disebut-sebut sebagai kolesterol baik.
Nahh..tau tidak kalo sekitar 80% total
kolesterol yang terdapat dalam tubuh diproduksi secara alamiah oleh hati.
Sisanya, dipenuhi dari konsumsi makanan sehari-hari. Umumnya, kolesterol
didapatkan pada makanan yang berasal dari hewan. Daging, telur, dan produk susu
semuanya mengandung kolesterol. Di lain pihak, makanan yang berasal dari
tumbuhan bebas kolesterol. Semakin banyak seseorang mengonsumsi makanan
berkolesterol tinggi, semakin tinggi pula kenaikan kadar kolesterol yang
terjadi dalam tubuh.
Kebanyakan kolesterol
yang kita makan akan berakhir di hati. Biasanya, seraya kolesterol yang kita makan
masuk ke dalam hati, hati akan memprosesnya dan menurunkan produksi
kolesterolnya sendiri. Ini menjaga agar jumlah keseluruhan kolesterol dalam
darah tidak berubah.
Namun, bagaimana jika
menu makanan kita mengandung sedemikian banyak kolesterol sehingga tidak dapat
segera diproses oleh hati? Ini meningkatkan kemungkinan kolesterol langsung
masuk ke sel pada dinding arteri. Bila hal ini terjadi, akan terjadi proses
aterosklerosis. Situasi ini jelas sangat berbahaya dan beresiko. Oleh karena
itu, mengurangi konsumsi kolesterol Anda merupakan langkah yang bijaksana.
Perlu kita ketahui berikut penyakit-penyakit yang dikarenakan kolesterol tinggi :
- penyakit jantung,
- stroke,
- diabetes,
- kanker,
- radang sendi,
- peningkatan kadar asam urat dan batu empedu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar